Buku Bahasa Indonesia SMA/SMK Kelas 11 Kurikulum 2013 Revisi 2017 - Kamus Edukasi

Perangkat administrasi guru,Kurikulum 2013 SD/MI, SMP/MTs, SMA/SMK & MA/MAK,Silabus Kurikulum 2013, Perangkat Pembelajaran kurikulum 2013,KIKD,Administrasi Sekolah, Buku kurikulum 2013, Juknis, Juklak, Permendikbud, Kisi Kisi Soal, Revisi 2018

Buku Bahasa Indonesia SMA/SMK Kelas 11 Kurikulum 2013 Revisi 2017

Mata pelajaran Bahasa Indonesia menjadi modal dasar untuk belajar dan perkembangan anak-anak Indonesia. Mata pelajaran Bahasa Indonesia membina dan mengembangkan kepercayaan diri peserta didik sebagai komunikator, pemikir imajinatif dan warga negara Indonesia yang literat atau melek informasi.
Pembelajaran Bahasa Indonesia bertujuan membina dan mengembangkan pengetahuan dan keterampilan berkomunikasi yang dibutuhkan peserta didik dalam menempuh pendidikan dan di dunia kerja.
Mata pelajaran Bahasa Indonesia dalam Kurikulum 2013 secara umum bertujuan agar peserta didik mampu mendengarkan, membaca, memirsa, berbicara, dan menulis. Kompetensi dasar dikembangkan berdasarkan tiga hal yang saling berhubungan dan saling mendukung dalam mengembangkan pengetahuan siswa, memahami, dan memiliki kompetensi mendengarkan, membaca, memirsa, berbicara, dan menulis. Ketiga hal tersebut adalah bahasa (pengetahuan tentang Bahasa Indonesia); sastra (memahami, mengapresiasi, menanggapi, menganalisis, dan menciptakan karya sastra; literasi (memperluas kompetensi berbahasa Indonesia dalam berbagai tujuan khususnya yang berkaitan dengan membaca dan menulis).
Pengembangan kurikulum pelajaran Bahasa Indonesia tidak dapat dipisahkan dari perkembangan teori belajar dan pengajaran bahasa. Pengembangan Kurikulum 2013 didasarkan pada perkembangan teori belajar bahasa terkini. Landasan teoretik Kurikulum 2013, sekaligus penjelasan bagaimana implementasi yang semestinya, merupakan pengembangan pendekatan komunikatif dan pendekatan dari dua teori yang menjadi dasar pengembangan kurikulum bahasa di berbagai negara maju saat ini, juga menjadi dasar Kurikulum 2013, yaitu genrebased, genre pedagogy, dan CLIL (content language integrated learning).

Teks dalam  pendekatan berbasis genre bukan diartikan sebagaimana pada umumnya dipahami orang sebagai tulisan. Teks merupakan kegiatan sosial yang  bertujuan sosial. Terdapat 7 jenis teks sebagai tujuan sosial, yaitu laporan (report),  rekon (recount), eksplanasi (explanation), eksposisi (exposition: discussion, response or review), deskripsi (description), prosedur (procedure), dan narasi (narrative). Lokasi sosial dari eksplanasi dapat berupa berita, ilmiah populer, paparan tentang sesuatu; naratif dapat berupa bercerita, cerita, dan sejenisnya; eksposisi dapat berupa pidato/ceramah (eksemplum ada dalam pidato atau tulisan persuasif ), surat pembaca, dan debat.  
Tujuan sosial melalui bahasa berbeda-beda sesuai dengan keperluan. Pencapaian tujuan ini diwadahi oleh karakteristik cara mengungkapkan tujuan sosial yang disebut struktur retorika, pilihan kata yang sesuai dengan tujuan, serta tata bahasa yang sesuai dengan tujuan. Misalnya, tujuan sosial eksposisi adalah berpendapat sehingga memiliki struktur retorika tesis-argumen. 
Teks diartikan sebagai cara untuk berkomunikasi. Komunikasi dapat berbentuk tulisan, lisan, atau multimodal. Teks multimodal menggabungkan bahasa dan cara komunikasi lainnya seperti visual, bunyi, atau lisan sebagaimana disajikan dalam film atau penyajian komputer.

Lingkup materi mata pelajaran Bahasa Indonesia merupakan penjabaran tiga  aspek: bahasa, sastra, dan literasi. Lingkup aspek bahasa mencakup pengenalan  variasi bahasa sebagai bagian dari masyarakat Indonesia yang multilingual. Pada  kelas awal (kelas I - III) penggunaan bahasa daerah dianjurkan digunakan guru saat menjelaskan kata dan konsep tertentu. Aspek bahasa yang berikutnya adalah bahasa untuk interaksi. Peserta didik belajar bahwa bahasa yang digunakan seseorang berbeda sesuai latar sosial dan hubungan sosial peserta komunikasi. Aksen, gaya bahasa, dan penggunaan idiom merupakan bagian dari identitas sosial dan personal. Aspek bahasa juga membelajarkan struktur dan organisasi teks. Peserta didik belajar bagaimana teks terstruktur untuk tujuan tertentu; bagaimana bahasa digunakan untuk menciptakan teks agar kohesif dan koheren; bagaimana teks semakin khusus dan topik semakin kompleks dalam pola dan ciri-ciri kebahasaannya; bagaimana penulis membimbing pembaca atau pemirsa melalui teks yang menggunakan kata, kalimat, dan paragraf secara efektif.
Ruang lingkup sastra mencakup pembahasan konteks sastra, tanggapan terhadap karya sastra, menilai karya sastra, dan menciptakan karya sastra. Pengenalan konteks sastra dapat berupa peristiwa dalam sastra yang diambil dari dan dibentuk oleh faktor sejarah, sosial, dan konteks budaya. Menanggapi karya sastra merupakan kegiatan mengidentifikasi gagasan, pengalaman, dan pendapat  dalam karya sastra dan mendiskusikannya.  Menilai karya sastra merupakan kegiatan menjelaskan dan menganalisis isi karya sastra dan cara pengarang menyajikan karyanya. Peserta didik memahami, menafsirkan, mendiskusikan, dan mengevaluasi gaya khas pengarang dalam menggunakan bahasa dan cara penceritaan. 
Menciptakan karya sastra adalah kegiatan akumulasi dari pemahaman, penanggapan, dan penilaian sehingga peserta didik mendapatkan gambaran utuh bagaimana karya sastra dibuat dan mencoba membuat karya sastra sendiri
Konsep utama pengembangan buku teks berdasarkan pada cara pandang tentang fungsi bahasa sebagai kegiatan manusia pada umumnya. Kegiatan ini memiliki kekhasan cara pengungkapan dan kebahasaannya. Inilah cara pandang baru tentang bahasa. Bahasa dan isi menjadi dua hal yang saling menunjang. Ini sejalan dengan perkembangan teori pengajaran bahasa di Eropa dan Amerika, Content Language Integrated Learning yang menonjolkan empat unsur penting sebagai penajaman pengertian kompetensi berbahasa, yaitu isi (content), bahasa/ komunikasi (communication), kognisi (cognition), dan budaya (culture). 
Pembelajaran bahasa Indonesia menggunakan genre pedagogi. Model pembelajaran bahasa berbasis genre mencakup empat  prosedur utama, yaitu (1) penentuan konteks teks dan membangun pengetahuan tentang teks yang akan dipelajari, (2) pemodelan dan dekonstruksi, (3) konstruksi siswa yang dibantu guru dalam berbagai latihan dan tugas hingga menyusun teks sasaran (joint construction), (4) tugas dan latihan teks sasaran secara mandiri yang minim bantuan guru (independent construction). Prosedur ini diwadahi dalam buku teks yang memiliki empat bagian, yaitu (1) membangun konteks; (2) pemodelan dan dekontruksi; (3) prakonstruksi; dan (4) konstruksi. Kegiatan dalam setiap prosedur diharapkan bervariasi dan sesuai dengan jenis teks yang dipelajari.

Ruang Lingkup Materi Bahasa Indonesia Kelas 11 SMA/SMK Tahun 2017
Bab I Menyusun Prosedur
A. Mengonstruksikan Informasi dalam Teks Prosedur
B. Merancang Pernyataan Umum dan Tahapan-Tahapan
C. Menganalisis Struktur dan Kebahasaan Teks Prosedur
D. Mengembangkan Teks Prosedur
E. Melaporkan Kegiatan Membaca Buku
Bab II Mempelajari Teks Eksplanasi
A. Mengidentifikasi Informasi dalam Teks Ekplanasi
B. Mengonstruksi Informasi dalam Teks Eksplanasi
C. Menganalisis Struktur dan Kebahasaan Teks Eksplanasi
D. Memproduksi Teks Eksplanasi
Bab III Mengelola Informasi dalam Ceramah
A. Mengidentifikasi Informasi Berupa Permasalahan Aktual yang Disajikan dalam Ceramah
B. Menyusun Bagian-Bagian Penting dari Permasalahan Aktual
C. Menganalisis Isi, Struktur, dan Kebahasaan dalam Teks Ceramah
D. Mengonstruksi Ceramah
Bab IV Meneladani Kehidupan dari Cerita Pendek
A. Mengidentifikasi Nilai-Nilai Kehidupan dalam Cerita Pendek
B. Mendemonstrasikan Salah Satu Nilai Kehidupan yang Dipelajari dalam Teks Cerita Pendek
C. Menganalisis Unsur-Unsur Pembangun Cerita Pendek
D. Mengonstruksi Sebuah Cerita Pendek dengan Memperhatikan Unsur-Unsur Pembangun
E. Laporan Membaca Buku
Bab V Mempersiapkan Proposal
B. Melengkapi Informasi dalam Proposal secara Lisan
C. Menganalisis Isi, Sistematika, dan Kebahasaan Proposal
D. Merancang Sebuah Proposal Karya Ilmiah dengan Memperhatikan Informasi, Tujuan, dan Esensi Karya Ilmiah
Bab VI Merancang Karya Ilmiah
A. Mengidentifikasi Informasi, Tujuan, dan Esensi Karya Ilmiah yang Dibaca
B. Merancang Informasi, Tujuan, dan Esensi dalam Karya Ilmiah
C. Menganalisis Sistematika dan Kebahasaan Karya Ilmiah
D. Mengonstruksi Sebuah Karya Ilmiah dengan Memperhatikan Isi, Sistematika, dan Kebahasaan Karya Ilmiah
Bab VII Menilai Karya Melalui Resensi
A. Membandingkan Isi Berbagai Resensi untuk Menemukan Sistematika Sebuah Resensi
B. Menyusun Sebuah Resensi dengan Memperhatikan Hasil Perbandingan Beberapa Teks Resensi
C. Menganalisis Kebahasaan Resensi dalam Dua Karya yang Berbeda
D. Mengonstruksi Sebuah Resensi dari Buku Kumpulan Cerita atau Novel yang Dibaca
Bab VIII Bermain Drama
A. Mengidentifikasi Alur Cerita, Babak Demi Babak, dan Konflik dalam Drama yang Dibaca atau Ditonton
B. Mempertunjukkan Salah Satu Tokoh dalam Drama yang Dibaca atau yang Ditonton secara Lisan 
C. Menganalisis Isi dan Kebahasaan dalam Drama yang Dibaca atau Ditonton 
D. Mendemonstrasikan Sebuah Naskah Drama dengan Memperhatikan Isi dan Kebahasaan 
E. Menyusun Ulasan dari Buku yang Dibaca
Tag : Buku Mapel
Back To Top